Mengemukakan
pendapat di tempat umum memang salah satu dari budaya demokrasi. Tetapi jika
demokrasi yang dilakukan berujung anarkis maka itu sudah tidak lagi tindakan
demokrasi melainkan sudah tergolong tindak kriminal dan kekerasan.
Demo
mahasiswa kerap kali berujung anarkis. Hal itu terjadi karena para mahasiswa
belum pandai mengontrol emosi dan cenderung mudah terpancing dengan keadaan
sekitar sehingga mereka melampaui batas dalam mengemukakan pendapat mereka.
Ketika
seseorang ingin dianggap pintar oleh orang lain maka ia harus bisa
mengendalikan emosinya, tidak malah semaunya sendiri melakukan tindakan yang
dapat menyebabkan kerugian dan merusak fasilitas umum. Mahasiswa adalah orang
yang berpendidikan maka sudah sepantasnyalah mereka tidak melakukan hal-hal
yang mencerminkan tidak berpendidikan, seperti membuat kerusuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar