Rabu, 27 Mei 2015

Kendalikan Emosi




Mengemukakan pendapat di tempat umum memang salah satu dari budaya demokrasi. Tetapi jika demokrasi yang dilakukan berujung anarkis maka itu sudah tidak lagi tindakan demokrasi melainkan sudah tergolong tindak kriminal dan kekerasan.
Demo mahasiswa kerap kali berujung anarkis. Hal itu terjadi karena para mahasiswa belum pandai mengontrol emosi dan cenderung mudah terpancing dengan keadaan sekitar sehingga mereka melampaui batas dalam mengemukakan pendapat mereka.
Ketika seseorang ingin dianggap pintar oleh orang lain maka ia harus bisa mengendalikan emosinya, tidak malah semaunya sendiri melakukan tindakan yang dapat menyebabkan kerugian dan merusak fasilitas umum. Mahasiswa adalah orang yang berpendidikan maka sudah sepantasnyalah mereka tidak melakukan hal-hal yang mencerminkan tidak berpendidikan, seperti membuat kerusuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar