Sayyidina Ali bin Abi Tholib Karromallohu
Wajhah berkata: “Aku adalah budak bagi yang mengajarku walau hanya satu
huruf”. Keterangan tersebut menunjukkan betapa berharganya seorang guru.
Pahlawan tanpa tanda jasa ini sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan baik
di dunia maupun di akhirat.
Manusia dilahirkan ke dunia dibekali
dengan potensi oleh tuhannya. Tugas manusia adalah bagaimana mengembangkan potensi
tersebut. Yaitu dengan cara belajar. Dalam proses belajar tidak mungkin
seseorang tidak membutuhjan bentuan orang lain. Di sinilah peran seorang guru
dalam mencerdaskan bangsa.
Berkat jasa dan jerih payahnya, mereka
mampu menjadikan seseorang yang mulanya tidak mengetahui apapun menjadi lebih
tahu.
Derajat seorang guru yang amanah
sangatlah mulia karena sesungguhnya tugas seorang guru tidaklah ringan dan
mudah. Tanggung jawab yang dipikulnya tidak hanya di dunia akan tetapi di
akhirat juga. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Semua
orang yang ada di dunia pasti membutuhkan seorang guru. Bahkan tidak akan ada
para ilmuan dan yang lainnya jika tidak ada guru.
Zaman
sakarang banyak sekali orang yang melipakan jasa para guru yang telah
membimbingnya. Bagaikan kacang lupa pada kulitnya. Bahkan seorang guru malah
dinilai sebagai penghalang jalannya karena disaat orang tersebut melakukan
suatu kesalahan yang disengaja guru mengingatkannya. Misalnya ketika ada
seorang pejabat yang melakukan korupsi mereka pasti sangat bahgia di depan
dengan menghamburkan uang rakyat. Akan tetapi pada saat itu pula seorang guru
mencoba untuk mengingatkannya. Disitulah mereka(para pejabat) merasa bahwa
kebahagiaannya telah dihalang-halangi oleh guru padahal guru mempunyai maksut
yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar