Saatnya IAIN Walisongo Menjadi Universitas
Islam Komprehensif
Akhir-akhir ini banyak muncul pembicaraan tentang
konversi IAIN ke UIN, baik dalam diskusi ilmiah maupun dalam mas media. Ada
yang mengemukakan pendapat setuju dan ada pula yang mengemukakan pendapat tidak
setuju atau menolak. Konversi secara bahasa adalah perubahan dari suatu
sistem pngetahuan ke sistem yang lain.
Sebelum membahas lebih jauh, kita harus mengetahui
apa perbedaan institut dan universitas. Institut adalah Lembaga Pendidikan
Tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan dalam satu kelompok bidang studi
tertentu, seperti kelompok bidang studi agama saja, hukum saja, pertanian saja,
dan seterusnya. Seperti IAIN Walisongo misalnya, menyelenggarakan pendidikan
kelompok bidang studi agama, seperti hukum Islam, Pendidikan Islam, filsafat
Islam dan seterusnya. Dengan demikian Institut tidak dimungkinkan membuka
program studi diluar kelompok bidang studi yang ditetapkan. Sedangkan
Universitas berarti mengandung makna bahwa ilmu-ilmu yang dikembangkan tidak
hanya ilmu-ilmu agma saja melainkan dikembangkan keberbagai disiplin ilmu-ilmu
lainnya yang tergolong ilmu-ilmu kealaman (Natural science), ilmu-ilmu social
(social science) dan ilmu humaniora.
Universitas menyelenggarakan pendidikan dalam satu
bidang keilmuan tertentu. Disiplin ilmu yang dikembangkan tidak hanya satu bidang
tertentu tetapi dikembangkan keberbagai disiplin ilmu lainnya. Tidak
dimungkinkan membuka program study diluar kelompok bidang study yang telah
ditetapkan. Menyelenggrarakan pendidikan bidang ilmu sosial, ilmu pengetahuan
alam, dan teknologi (eksak).
Salah satu
syarat untuk menjadi universitas ialah adanya 6 program studi eksakt, seperti matematika, fisika dan kimia. Pada
saat ini IAIN Walisongo tengah berusaha untuk memenuhi syarat tersebut
dan telah mengajukan ijin pembukaan
program studi ke Diknas. IAIN Walisongo telah siap berubah menjadi Uiversitas
Islam. Hal inn dibuktikan dengan telah diterapkannya pendidikan yang terpadu. Kajian ilmu-ilmu umum
yang terintegrasi dengan ilmu keagamaan seperti pada prodi tadris baik itu
matematika, fisika, kimia, biologi, maupun bahasa Inggris yang sudah lama
diterapkan. Misi yang ingin dicapai adalah terciptanya SDM pengajar yang
kompeten dibidangnya dan sebagai sarjana yang islami.
Jika dilihat dari perjalanan sejarah pendidikan
tinggi Islam di Indonesia, maka perjalanan evolusi perkembangan ini sudah
saatnya IAIN Walisongo menjadi sebuah Universitas Islam yang konprehensif.
Kenapa demikian? Hal ini disebabkan karena Kita memerlukan pemikir yang mampu
berpikir komprehensif. Islam adalah agama yang lengkap yang mencakup seluruh
sistem kehidupan. Islam tidak hanya berisi tuntunan tentang kepercayaan dan
peribadatan ritual melainkan juga tuntunan dalam hal mengatur urusan selain
itu. Itu berarti setiap muslim harus mampu berpikir secara komprehensif.
Banyak sekali masalah umat Islam yang tidak dapat diselesaikan secara sempurna dengan hanya menggunakan teori-teori pengetahuan agama seperti selama ini. Masalah-masalah ini baru dapat diselesaikan secara sempurna bila menggunakan juga teori-teori pengetahuan umum.
Banyak sekali masalah umat Islam yang tidak dapat diselesaikan secara sempurna dengan hanya menggunakan teori-teori pengetahuan agama seperti selama ini. Masalah-masalah ini baru dapat diselesaikan secara sempurna bila menggunakan juga teori-teori pengetahuan umum.
Ilmu Agama memerlukan Ilmu Umum. Pada IAIN dibuka
banyak fakultas dan jurusan, semua jurusan itu adalah jurusan yang mendalami
ilmu-ilmu agama Islam. Pendalaman ilmu agama pada jurusan itu memerlukan
bantuan ilmu umum. Jadi, untuk meningkatkan mutu ilmu agama diperlukan bantuan
ilmu umum. Di samping itu, perubahan IAIN menjadi UIN tidak lain untuk memenuhi
harapan masyarakat muslim. Sekarang ini banyak sekali orangtua mahasiswa yang
berharap anaknya menjadi sarjana dalam ilmu umum yang memiliki ilmu yang teguh
dan mengetahui juga dasar-dasar agama islam.
Perubahan IAIN menjadi UIN akan memberikan peluang
dan kesempatan bagi lulusan Madrasah aliyah. Hal tersebut disebabkan adanya
perubahan jenis pendidikan pada Madrasah Aliyah. Pada masa lalu Madrasah Aliyah
merupakan Sekolah agama, tapi masa sekarang Madrasah Aliyah sudah menjadi
sekolah umum yang bernuansa agama. Dengan kata lain, muatan mata pelajaran umum
pada Madrasah aliyah sekarang lebih dominan dibandingkan muatan pelajaran agama
pada Madrasah aliyah di masa sebelumnya.
Perubahan IAIN menjadi UIN akan memberikan peluang
kepada para lulusannya untuk dapat memasuki lapangan kerja yang lebih luas.
Selama ini para lulusan atau sarjana IAIN sebagian besar hanya bekerja di
departemen agama RI, dan kalaupun mereka bekerja di departemen atau Instansi
lainya, namun bidang pekerjaannya tetap, yaitu bidang keagamaan. Masih jarang
atau mungkin belum ada sarjana IAIN yang menjandi direktur sebuah Bank,
direktur Pertamina, direktur Industri, dan jabatan-jabatan strategis non
keagamaan lainnya. Jabatan-jabatan tersebut hanya dapat diisi oleh lulusan
lembaga pendidikan tinggi non IAIN, seperti ITB, UGM, dan UI. Jabatan tersebut
nantinya dapat pula diisi oleh para sarjana IAIN jika IAIN sudah berubah
menjadi UIN. Dalam hubungan ini kita dapat mengatakan bahwa jika
jabatan-jabatan non keagamaan tersebut dapat diisi oleh tamatan UIN, maka
diharapkan akan memiliki nilai plus, yaitu karena para sarjana tamatan UIN ini
selain menguasai bidang keahlian dan keilmuan yang dibutuhkan lapangan kerja,
juga dasar memilki dasar agama yang kuat, yang pada gilirannya dapat memperkuat
akhlak dan moral pekerjaan.
Cita-cita mulia tersebut tidak akan terwujud jika
tidak adanya kerja sama yang baik antara seluruh elemen yang bersangkutan di
dalamnya. Peran aktif mahasiswa juga turut mendukung untuk terwujudnya
cita-cita tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar